Sumur Resapan dan Pureit

45 komentar
Air adalah penunjang kebutuhan yang paling utama bagi makhluk hidup setelah udara (oksigen). Tidak hanya bagi manusia, namun juga hewan dan tumbuhan. Bagi manusia sendiri, kebutuhan air tidak saja untuk minum, melainkan juga untuk transportasi, pertanian, industri, kebutuhan hidup sehari-hari, dan lain-lain.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, yaitu sekitar 80%.  Pemenuhan kebutuhan air bagi tubuh dapat kita peroleh dari makanan dan minuman. Dalam sehari manusia membutuhkan minimal 2 liter air setiap hari, atau setara dengan 8 gelas.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk di dunia, tentunya makin meningkat juga kebutuhan akan air bersih. Tidak saja untuk keperluan minum saja, namun juga kebutuhan sehari-hari lainnya. Kalau kita tidak pandai mengelola sumber air tentunya pada masa-masa yang akan datang sumber air bersih akan sulit didapat.

Sekarang saja sudah banyak kita rasakan kesulitan memperoleh air bersih. Di banyak daerah bahkan penduduknya harus rela berjuang keras untuk mengambil air pada sumber yang jauh. Itupun belum tentu mampu memenuhi semua kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan air bersih tidak sebanding dengan produksi air itu sendiri. Kondisi air secara kualitas dan kuantitas tidak mencukupi untuk memenuhi laju pertumbuhan penduduk yang membutuhkannya. Belum lagi pencemaran air yang disebabkan oleh bertambahnya indrustri dan limbah rumah tangga.

Maka dari itu, kita harus bahu membahu melakukan penghematan air, dan mendisiplinkan diri untuk mencegah atau mengurangi pencemaran sumber daya air. Dengan bekerja sama dengan pihak terkait kita bisa melakukan banyak hal, seperti memperbaiki saluran irigasi untuk pertanian, agar air bisa terbagi rata dan baik ke sawah-sawah. Melakukan gerakan penanaman pohon yang bermanfaat bagi penyerapan air. Mengatur pembuangan limbah industri agar tidak mencemari sumber air bersih atau sungai-sungai disekitarnya.

Namun sebagai ibu rumah tangga, ada hal-hal yang secara kongkrit bisa dilakukan dalam keseharian. yaitu sebagai berikut:

1. Menghemat penggunaan air ketika mencuci pakaian

  • Air bilasan cuci pakaian kita jangan dibuang, melainkan ditampung untuk mencuci lap, kain pel atau lainnya. Begitu juga apabila kita menggunakan softener, bisa kita gunakan untuk kain lap dan pel. Selain menghemat air, juga menghemat konsumsi softener itu sendiri.

2. Penghematan air ketika mandi

  • Tanpa kita sadari, kita sering boros menggunakan air ketika mandi. Menggunakan shower lebih irit daripada menggunakan ciduk atau gayung. Matikan shower kalau kita sedang memakai sabun, sampo dan sikat gigi. Baru kemudian nyalakan kembali ketika membilas. Gunakan air secukupnya.

3. Penghematan air ketika mencuci alat makan dan perkakas dapur.

  • Menggunakan air keran yang terus menyala bisa sangat boros. Sabuni dulu semua. Dahulukan mencuci gelas, piring, sendok atau yang tidak terkena minyak atau lemak. Baru kemudian nyalakan keran, jangan terlalu kencang agar penggunaan air tidak boros. Atau lebih hemat lagi, tampung air ke dalam ember kemudian bilas semuanya dengan menuangkan air untuk membilas menggunakan tangan kita. 

4. Menghemat penggunaan air pada saat menyiram tanaman.

  • Gunakan air secukupnya. Jangan menyiram tanaman pada siang hari. Karena siang hari air lebih cepat menguap sehingga yang terserap ke tanah lebih sedikit. Siram pada pagi dan/atau sore hari.

5. Kontrol keran air.

  • Matikan keran air dengan baik. Jangan masih menyisakan tetesan. Kalau masih juga menetes, ganti keran air atau tampung tetesan air itu dengan ember, jadi masih bisa kita manfaatkan.


6. Kontrol penggunaan air ketika mencuci kendaraan

  • Kalau kita mencuci sendiri mobil atau motor milik kita, kita sering lalai dalam penggunaan air. Sirami/basahi kendaraan terlebih dahulu, kemudian matikan keran saat menyabuni. Bilas secukupnya dan segera keringkan. Pakai sabunnya tidak terlalu pekat sehingga sehingga tidak menyulitkan pada saat pembilasan.

7. Memakai torn/penampung air

  • Letakkan posisi torn.penampung air pada posisi yang tinggi untuk mencegah tercemarnya air ketika banjir atau hal lain.

Selain itu, kita bisa membuat sumur resapan. Pembuatan sumur resapan ini tidak memerlukan teknologi tinggi. Namun manfaatnya sangat besar. Sumur resapan selain dapat berfungsi untuk menambah jumlah air tanah, juga dapat berfungsi untuk mengurangi limpasan. Dengan adanya tambahan jumlah air yang masuk ke dalam tanah melalui sumur resapan kita, diharapkan pada musim kemarau sumur tersebut mampu menyediakan atau memberikan persediaan air bagi kita. Dengan kata lain, dengan adanya sumur resapan diharapkan fluktuasi ketinggian muka air tanah pada musim hujan dan musim kemarau tidak terlalu berbeda jauh.

Cara termudah untuk untuk menjaga air tanah yang kita miliki adalah dengan mengalirkan air hujan yang jatuh ke atas genteng atau halaman rumah kita diarahkan dan ditampung ke dalam sumur resapan. Hal ini akan memberikan keuntungan ganda. Selain halaman tidak becek atau banjir (tidak menggenang), kita juga menambah persediaan air tanah yang akan sangat berpengaruh saat musim kemarau.

Selain dapat dibuat per rumah tangga, sumur resapan juga dapat dibuat untuk skala komunal atau untuk beberapa rumah tangga.

Salah satu contoh pembuatan sumur resapan dapat dilihat pada gambar berikut :

Contoh pembuatan sumur resapan dari rumah tangga
Pada gambar tersebut terlihat bahwa air hujan yang berasal dari genteng rumah ditampung dan diarahkan ke saluran pembuangan lalu menuju ke dalam sumur resapan yang pada bagian bawah atau dasar dari sumur resapan yang telah diberi ijuk. Kegunaan ijuk disini untuk menyaring air hujan yang masuk sebelum air tersebut masuk ke dalam tanah. Pada bagian atas sumur juga dipasang saluran pembuangan air menuju saluran drainase. Saluran pembuangan tersebut akan sangat berguna bila ternyata air hujan yang masuk melebihi kapasitas dari sumur resapan. (Sumber aimyaya.com).

Demikian adalah salah satu cara untuk mengupayakan pengadaan air bersih yang bisa kita usahakan di rumah kita sendiri, atau gabungan dengan beberapa rumah tetangga. Dengan demikian pada saat musim kemarau kita punya cadangan air bersih yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sedangkan untuk kebutuhan air minum yang kita konsumsi setiap hari dapat diperoleh dengan:

* Merebus air terlebih dahulu. Bisa menggunakan air tanah atau air dari PDAM. Tetapi dengan merebus, tidak bisa menghilangkan kontaminasi polusi sehari-hari yang disebabkan oleh zat besi yang teroksidasi, pestisida dan lain-lain. Rasa air rebusan sering tidak enak. Juga tidak praktis serta membutuhkan bahan bakar pada saat merebusnya. Dan harus menunggu dingin dulu ketika hendak meminumnya atau memindahkan ke dalam botol-botol.

* Kita juga bisa memilih menggunakan air isi ulang untuk konsumsi air minum kita. Namun kita tidak bisa mengontrol sumber dan perawatan air tersebut sampai ke tangan kita. Sterilisasi galon yang kita gunakan untuk isi ulang tidak ada standarisasinya.

* Pilihan lain adalah menggunakan air galon yang bermerk. Tapi kita sering kuatir apabila kehabisan air minum pada saat-saat yang diharapkan dan harus selalu memesan untuk kebutuhan kita. Dan harganya pun cukup mahal. Belum lagi dikhawatirkan dalam pendistribusian air galon dari pabrik sampai ke rumah kita, terkontaminasi oleh sinar matahari dan polusi.

* Pilihan yang cerdas adalah menggunakan water purifier Pureit dari Unilever. Pureit adalah cara mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau bila dibandingkan dengan water purifier yang lain. Dapat menghasilkan air minum yang sehat dan terlindungi dari kuman berbahaya. Keunggulan Pureit adalah sebagai berikut:
  • Tidak memerlukan sambungan ke keran.
  • Sangat praktis digunakan. Tinggal tuangkan air tanah/PAM mentah yang biasa dimasak untuk minum ke dalam Pureit.
  • Kapasitas wadah atas 9 liter dan wadah transparan 9 liter.
  • Tanpa Listrik
  • Menghilangkan bakteri, virus dan parasit
  • Menghasilkan air yang jernih dan rasanya alami
  • Tanpa galon (lebih praktis/lebih hemat)
  • Tanpa gas/bahan bakar 
  • Tidak perlu merebus
  • Mudah dipakai
  • Harga terjangkau
          Sumber: Pureit Unilever
       
    Teknologi Yang digunakan oleh Pureit adalah menggunakan 4 Tahap Pemurnian Air, yaitu:


    <


    4 Stage
    Saringan Serat Mikro
    Mengilangkan kotoran

    4 Stage
    Filter Karbon Aktif
    Menghilangkan parasit & pestisida berbahaya

    4 Stage
    Prosesor Pembunuh Kuman
    Dengan 'programmed disinfection technology' menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat.

    4 Stage
    Penjernih
    Membuat air jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami



    Sumber http://www.pureitwater.com/ID/4stage-purification

    Keluarga saya di rumah sudah menggunakan Pureit untuk memenuhi kebutuhan air minum keluarga. Memang terasa sekali keunggulan-keunggulan produk ini seperti yang disebutkan diatas. Spare partnya pun sangat mudah di dapat. Dan memang pemasangannya amatlah praktis, bisa dilakukan sendiri tanpa memerlukan tenaga ahli. Ada indikator merah yang menandakan filter harus segera di ganti. Jadi kita tidak perlu kuatir dengan kualitas air hasil saringannya.

    Air tanah yang sudah kami tampung menggunakan torn dan mengalir melalui keran-keran, bisa langsung dituangkan ke saringan Pureit. Dan dalam waktu singkat tabung 9 galon itu sudah terisi penuh. Tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses penyaringannya. Betul-betul penghematan yang amat besar kami rasakan. Airnya tidak berbau dan rasanya memang alami.

    Jadi memanfaatkan sumur resapan sehingga mempunyai persediaan air tanah yang cukup. Dipadukan dengan memanfaatkan teknologi dari Pureit adalah pilihan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan air minum yang sehat dalam keseharian.


    air bak mandi keluarga yang berasal dari  air tanah bisa  langsung  disaring dengan  pureit

    Suami dan anak sulung saya mempunyai hobi olah raga. Sebelum menggunakan Pureit sangat boros membeli air minum dalam kemasan pada saat mereka olah raga. Tapi sekarang, mereka menggunakan botol minum atau tumbler dan diisi air saringan Pureit. Selain menghemat membeli air minum, juga mengurangi penggunaan plastik tentunya.


    sebelum menggunakan pureit Luthfan mengkonsumsi air mineral kemasan ketika olah raga

    Keluhan pelangganpun amat diperhatikan. Saya pernah menanyakan sesuatu kepada petugas di lapangan (swalayan) ketika hendak membeli spare part. Nama saya langsung didata, dan keesokan harinya ada petugas dari Suara Konsumen yang menghubungi untuk menindak lanjuti. Petugasnya dengan sabar dan ramah menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar produk Pureit. Sungguh saya merasa terbantu sekali dengannya.

    Pureit milik keluarga saya


    Nah, tunggu apa lagi. Marilah kita beralih ke Pureit sebagai pengadaan air minum keluarga. Saya dan keluarga sudah membuktikannya sendiri keunggulan-keunggulan produk ini. Dan merasa pilihan kami sudah tepat.






    45 komentar:

    1. wahh udah punya pureit..


      sukses y mak

      BalasHapus
    2. wahh udah punya pureit..


      sukses y mak

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iya nih mak Hana... Jadi mudah, praktis dan hemat sekarang.

        Hapus
    3. bunda,sukses ya ngontesnya :D
      **jd pgn beli prurit

      BalasHapus
      Balasan
      1. Aamiin...
        Makasih yaaa...
        #beli ajaah... nggak nyesel deh..

        Hapus
    4. Wah, di tempat saya, justru dilarang keras mematika kran Bu, bisa jebol pipa-pianya atau bisa merusak sumber atau mata airnya. Maklum daerah pegunungan, air masih berlimpah dan harus dialirkan atau diberi jalan untuk mengalir :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Lhaaa... ini sih lain kasus mas...
        Senangnya tinggal di pegunungan yang air masih berlimpah. Seperti tempat KKN dulu yang airnya mengalir tanpa henti.

        Hapus
    5. Air sumber kehidupan ya Bun....

      di rumah saya belum ada pureit bun, praktis banget ya Bun....

      Suskses GAnya ya Bun....

      BalasHapus
    6. Dari judulnya udah langsung nebak, ini pasti ngontes.
      Uraian yang menarik, detil dan meyakinkan. Lengkap dengan pureit nya. :D

      Sukses ya mba Nik!

      BalasHapus
      Balasan
      1. Alhamdulillah... Dipuji sama mbak Alaika... tersanjung rasanya... hehehe...
        Makasih mbak Al...

        Hapus
    7. pengen juga bun punya sumur resapan.. n pengen juga punya pure it biar praktis langsung glek

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalau halamam rumah masih memungkinkan ada baiknya dicoba mbak Aziza.... Beli Pureit ngga nyesel pokoknya...

        Hapus
    8. Asik bacanya, eh gakk taunya buat kontes ta bund. :)
      Sukses dah, moga menang yak ....

      BalasHapus
      Balasan
      1. Aamiin... makasih supportnya... kalau menang bisa buat modal usaha.. hehehe...

        Hapus
    9. salam pelestarian lingkungan kalau begitu... :D

      diawali dari upaya penghematan air terutama,kemudian dilanjutkan dengan hal-hal lainnya..
      Membuat hidup akan semakin ada artinya...salam hangat dari balikpapan

      BalasHapus
      Balasan
      1. Salam pelestarian lingkungan kembali...
        Harus dimulai dari diri sendiri. Hal kecil bisa berdampak besar.

        Salam kembali dr Jakarta

        Hapus
    10. Air yang merupakan salah satu kebutuhan poko untuk manusia sudah selayaknya kita harus dengan cerdas dapat memanfaatkannya dengan benar. Dengan terobosan tehnologi inovasi maka semua akan berjalan mengikuti alur yang semestinya dan juga dapat mempermudah kita untuk mengkonsumsi air berih dengan benar dan sehat. Sukses untuk kontesnya Bun.

      Sukses selalu
      Salam
      Ejawantah's Blog

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalau tidak cermat menggunakan air, nanti bisa repot sendiri.

        Makasih supportnya.
        Salam sukses kembali.

        Hapus
    11. Wah bisa menang neh kalo kayak gini. Semoga jadi pemenang sesejuk air dari PureIt ya Bun...

      BalasHapus
      Balasan
      1. Aamiin... semoga doanya terkabul...
        Makasih mas Rudi.

        Hapus
    12. Sumur resapan ya,
      setelah baca artikel ini, jadi berpikir
      apa di rumah ku pake ya...
      hehehe
      salam kenal
      komentarin link

      http://retakankata.com/fbsi/#jp-carousel-3668

      berdasarkan blog catatan.saadillah.com
      ya sob

      BalasHapus
      Balasan
      1. bisa dicoba mas Ahmad... mumpung sdg musim hujan.

        ke tkp mas...

        Hapus
    13. Ayo kita galakkan membuat sumur resapan. Selamat ya, semoga menang.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ayo mas Alris.... mumpung curah hujan sedang tinggi, bisa segera menampung airnya.

        Makasih supportnya.

        Hapus
    14. mbak, saya termasuk yg hemat air karena jarang mandi
      ini rahasia lho, saking sayangnya ama air :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. hahaha... itu sayang sama air atau males mandi kang..?

        Hapus
    15. modelnya ganteng mbak. semoga menang ya kontesnya

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hehehe... merhatiin aja nih mbak Lidya...
        Makasih supportnya mbak...

        Hapus
    16. kalau marketingnya hebat begini, feelingku bakal menang...
      sukses ya mbak untuk kontesnya...

      menarik cara penyampaiannya

      BalasHapus
      Balasan
      1. Aamiin... semoga menang... :)
        Makasih supportnya mas Insan... kapan2 saya siap memarketingkan hasil designnya... :D

        Hapus
    17. hmmm ... gitu ya ... baru tahu saya lho ... , penjabarannya begitu detai dan memang air adalah sumber paling berharga di muka bumi ini, jadi harus di jaga baik2 ya:D

      semoga menang ya mba kontesnya :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Iyaaa...gitu mas Stumo...
        Mari kita sama2 menjaga kelestarian air bersih.
        Makasih yaaa...

        Hapus
    18. Loh trus VIRO nya gimana Bun, kalau sekarang pakai pureit ??

      Sukses ngontesnya ya Bun

      BalasHapus
      Balasan
      1. hehehe... pertanyaan yang sudah terjawab dipostingan... :D

        Hapus
    19. Peserta kontes ini tampaknya para ahli ya.
      Makanya saya gak ikut wong saya ini orangnya malas je.
      Ilmunya sangat bermanfaat.
      Semoga berjaya dalam kontes.

      BalasHapus
      Balasan
      1. waduuh... ahli...?
        Bukan ahli pakde... cuma mempelajari apa2 yg mau ditulis aja.

        Hapus
    20. ini solusi terbaik di lahan sempit perumahan sekalipun, :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Alhamdulillah...
        semoga bisa bermanfaat...:)
        Trimakasih mas Afrizal

        Hapus
    21. woww...seneng bisa main ke taman ini...banyak yang di dapat nih...

      Mudah2an menang kontesnya Mbak !

      ( kita emak2 jadi hampir sama ya, gak jauh jauh dari cucian hehe )

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hai mbak Lies...
        Ayo sering2 main kesini.
        Makasih kunjungan dan supportnya... :D

        Hapus

    Tulislah Komentar Anda Dengan Santun