Khayalan Untuk Diwujudkan!

32 komentar
Bismillahirrahmannirrahiim,

Dari perjalanan hidup yang telah kulalui, segala pahit manisnya membuatku merangkai mimpi. Kadang aku tersenyum sendiri bila mengingat semua mimpi itu. Seakan menjadikannya sebuah khayalan yang entah bagaimana mencapainya. Mungkin buat sebagian teman-teman, apa yang aku khayalkan ini adalah hal mudah didapat atau bahkan sudah menjadi keseharian yang biasa. Tapi bagiku, banyak effort yang harus aku upayakan untuk mewujudkannya. Itu sebabnya pada judul aku beri tanda seru, supaya ada semangat untuk tidak sekedar menjadikannya sebagai khayalan belaka.

Maka dari itu, jangan ditertawakan ya.

Ini bukan khayalanku sendiri, tapi juga khayalan suamiku. Awalnya kami tak pernah merundingkannya, tapi suatu ketika, dalam sebuah obrolan terbukalah semuanya. Ternyata angan-angan kami sama. Maka jadilah kami mengkhayal bersama. Saling menambahi khayalan itu. Senang loh ada teman mengkhayal. ^_^

Kami ingin tinggal di desa. Tuh kan ada yang mulai tertawa. Biar aku lanjutkan. Kami ingin tinggal di Baturaden, yang terletak di kaki gunung Slamet. Rumah kami memiliki halaman yang luaaaas sekali. Kami tidak memakai jasa PLN untuk penerangan, tapi memakai solar cell untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Aku mengkhayalkan, kebutuhan sehari-hari yang bisa diusahakan secara alami, bisa kami penuhi sendiri atau bekerja sama dengan para tetangga di desa.

Pengen punya sawah.
Sementara numpang nampang di sawah punya saudara

Halaman depan kutanami bunga-bunga kesukaan keluargaku. Ada melati, mawar, anggrek, bunga sepatu, pokoknya aku mau taman bunga yang berwarna-warni. Pada bagian lain, tumbuh subur tanaman untuk kebutuhan bumbu dan sayur mayur. Mulai dari cabe, tomat, lengkuas, kunyit, kencur, jeruk limau, kacang panjang, bayam, dan lain-lain. Kebutuhan sayur mayur sehari-hari bisa dipetik dari kebun sendiri.



Ada buah mangga harum manis dan mangga indramayu, ada buah klengkeng, ada buah durian, ada rambutan rapi'ah, ada sirsak, ada belimbing bangkok, ada beberapa pohon pisang, dimana buahnya selalu bisa aku dan keluargaku nikmati di tiap musimnya. Bahkan bisa berbagi dengan tetangga sekitar.


Di halaman yang luas itu, kami memelihara beberapa hewan ternak, seperti ayam, bebek, kambing bahkan sapi. Empang ikan yang bisa dinikmati ikannya setiap saat. Dimana Hilman bisa mancing kapanpun dia mau. Kami ingin kebutuhan keluarga kami akan protein bisa dipenuhi dari peliharaan kami itu.

Anak-anak bisa dengan bebas bermain dan menikmati hasil bumi dari halaman sendiri. Kelak, saat mereka berkeluarga dan tidak lagi tinggal bersamaku dan ayah mereka, mereka akan datang berkunjung dengan pasangan dan anak-anak mereka, dan bergembira dengan suasana indah dan damai di rumah kami.


Ingin Hilman bisa puas mancing

Meski tinggal di desa, kami ingin akses internet yang cepat dan lancar, kami akan memasang parabola tapi untuk bisa tersambung dengan stasiun-stasiun TV Islami dan beberapa chanel hiburan pilihan kami. Jadi kami tetap bisa up date dengan segala informasi yang berkembang. Aku tetap bisa menulis dan ngeblog tentunya ^_^

Aku dan suamiku sama-sama berkeinginan, rumah kami akan menjadi tempat berkumpul tetangga yang bisa saling memperhatikan satu sama lain. Hidup dengan sosialisai yang baik dengan warga sekitar. Menikmati kopi, singkong rebus, pisang goreng, atau apapun yang bisa dinikmati dari halaman sendiri. Saling membantu dan tenggang rasa.

Aku membayangkan ada sebuah mushola berdiri dengan manis di salah satu sudut halaman, dimana mushola itu menjadi tempat anak-anak kecil di kampung kami belajar mengaji. Setiap hari kami sekeluarga dan para penduduk kampung menyemarakkannya dengan sholat berjamaah. Menjadi tempat berbagi ilmu dan belajar bersama akan pengetahuan agama Islam sesuai dengan Alqur'an dan hadist.

gambar pinjam dari sini
Setelah mencari-cari gambar rumah,
rumah dan kondisi sekitarnya inilah yang sedikit mirip dengan khayalanku

Ternyata menceritakan khayalan tak semudah menceritakan pengalaman. Apa yang aku tulis ini hanya sebagian dari impian atau khayalan yang ada dalam benakku. Tapi cukuplah menggambarkan bahwa aku ingin kehidupan yang jauh dari hingar bingar. Mungkin karena sudah terlalu sumpek dengan padatnya Metropolitan.

I believe I can flyI believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly

Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea




32 komentar:

  1. Bunda masih berhayal yang begitu ya, sementara sebagian orang sudah merasakan. Bunda juga harus tahu, diluar sana, banyak orang yang berhayal ada di posisi bunda sekarang....
    Tapi...
    Semoga hayalan bunda bisa terwujud...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Khayalanku ini, mungkin terlalu sederhana buat sebagian orang. Kata orang, mengkhayal jangan tanggung2. Justru tidak tanggung2 kok ini. Sebab dgn hidup seperti itu, aku ingin mempunyai sifat qanaah. Aku ingin meraih ridho Allah dengan suasana tenang dan damai.

      Hapus
  2. Tanda kehidupan yang dinamis adalah memiliki cita-cita atau khayalan. Bung Karno bilang, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Nabiullah SAW pun berpesan, Belajarlah ke negeri Cina.
    Saya setuju sekali, hidup ini hanyalah ingin menggapai ridhotillah. Amiin, semoga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hidup menggapai ridha Allah tak sepantasnya sekedar menjadi khayalan. Sebab itu adalah tujuan hidup yang hakiki. Wujudkan!

      Hapus
  3. waaah asiknyaaa, aq harus cari seseuatu yang di cari dulu nih biar makin asik, biar ada teman yg menambahi khayalan tuk diperjuangkan ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengkhayal kalau harus nunggu ada temannya kelamaan mas. Sekarang mengkhayal dulu, ntar mengkhayal lagi ^_^

      Hapus
  4. Bunda.. berbicara tentang khayalan emang tidak layak untuk didebat dan disangkal.. haha..

    ooo... jd listrik memakai alat semacam jenset bukan ya bund? jadi tetep bisa parabolaan.. di baturaden??? dulu aku mau jd orang sna.. tp gak jadi wong putus.. wkwkwkwkwkwk...

    aku sepakat ma bunda.. bila perlu tidak hanya sayuran dan taman bunga yang ditanam.. tapi apotik hidup (herbal) yang bisa dijadikan sbg obat dikala sakit..

    selain itu.. hewan ternaknya ditambah lebah madu.. biar bisa panen dari lebah sendiri.. hahaha..
    #malah melu berkhayal juga nìhhhh...

    makasiiihh bundaaaaaaaa... mmmuach

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah iya yaaa... terserah yang mengkhayal ya...

      Bukan jenset. Solar cell yang dipasang di atas atap, memakai cahaya matahari yg disimpan di solar cell itu.

      Lebah? Oooh bisaaa.. masih luas kok lahannya. Hahahaha...

      Hapus
    2. wis pokokmen, nek bisa punya pasar juga............

      Hapus
    3. Waah... Ora aah...

      Males ngurus pasar

      Hapus
  5. Wow.. khayalan yg indah semoga terwujud Bun :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabbal Alamiin. Makasih mbak Leyla Hana :)

      Hapus
  6. Seru bangat Banda hayalannya, apa lagi ternyata ini adalah hayalan keluarga... semoga hayalan ini cepat terwujud ya Bunda... Aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya Awan, khayalan bersama. Terkesan sederhana, tapi buat kami itu semua luar biasa.

      Hapus
  7. semoga keinginan tersebut bisa segera terwujud bunda...

    saya juga memiliki keinginan yang serupa, ingin memiliki rumah di pedesaan yang hikau dengan dikelilingi kebun yang hasilnya bisa dimanfaatkan ketika panen :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama ya keinginan kita. Semoga bisa sama-sama kita wujudkan :)

      Aamiin.

      Hapus
  8. Wah lagi semangat ngontes ini.

    Nyusul ahhh....

    Ngerjain PR satu per satu dulu...

    Sukses ya Bunda...

    BalasHapus
  9. aku juga berkhayal pengen punya rumah yg halamannya luaaasss... :)

    BalasHapus
  10. ini toh khayalannya orang metropolitan, ingin hidup di desa, sedangkan orang didesa pengen bahagia di kota. tapi sah-sah aja sih selama muaranya pada nilai2 kebaikan..

    mari kita tingkatkan khayalan menjadi sebuah impian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe... Bukan sok kekota-kotaan loh. Tapi memang begitu angan-angan yang ada.

      Khayalan yang bisa kita visualisasikan, bisa jadi impian yang ingin diraih.

      Hapus
  11. semoga kelak tercapai yah Umi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Ntar Ranii main ke kebun Umi ya :)

      Hapus
  12. main ke kampung halamanku umi, insyAllah bisa sedikit mengobati khayalannya #Loh hhe.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiiihh... Makasih kalo boleh main. Dimana? Hahaha... Jadi penasaran.

      Hapus
  13. Mau nikmati 'hasil' Bumi? Sok atuh di Bogor banyak setiap hari Bumi menghasilkan..wkwkw. Rasanya asri membayangkan imajinasi ini. Semoga terwujud. Nanti saya jadi tengkulak yg ambil hasil bumi untuk dijual. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumi yang di Bogor menghasilkan apa? Hiiiiii... Ogah aaah. Hihihi...

      Waduuhh... Hancur impianku gara2 ada tengkulak datang :p

      Hapus
  14. ayo ke Medan Bunda, disana suasananya sangat mirip dengan khayalan Bunda, ada sungai kecil tanpa arus yang kuat, sawah, perkebunan cokelat dan sawit hmmm.. asri banget.. eh eh eh jadi kangen Pulkam... hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaa... kok bisa pas ya Rani... Kayaknya kita memang jodoh nih.

      Hapus
  15. Kalau terwujud jadi aman dari gonjang ganjing inflasi tuh mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaahhh.. begitu itu kan asyik mbak Fenny :)

      Hapus

Tulislah Komentar Anda Dengan Santun