Melati di Bawah Gagang Telepon

50 komentar
Bismillahirrahmannirrahiim,

Pagi itu, seperti biasanya kau ajak anak-anak berjalan pagi keliling kompleks. Sementara aku ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Kau menggendong Fanni yang masih bayi, diikuti oleh langkah-langkah kecil Luthfan, Astri dan Hilman.  Begitulah selalu kegiatan pagimu di weekend.

Namun pagi itu ada yang berbeda. Kau yang membuatnya menjadi berbeda dari weekend-weekend sebelumnya. Sisi romantismu kau tunjukkan dengan manis sekali. Membuatku merasa tersanjung walau dengan sekedar apa yang kau lakukan ketika itu. Kejutan manis di pagi hari.

Aku mendengar suaramu dan anak-anak pulang dari jalan-jalan pagi. Aku masih sibuk dengan urusan dapur, jadi aku tetap tak beranjak dari depan kompor. Tak lama sesudah kalian kembali, aku mendengar suara telepon rumah berdering. Kriiiiiing... Kriiiiiiing.... Kriiiing....! Tak ada yang mengangkat.

"Kok nggak diangkat sih, Mas?" kataku sambil setengah berlari menuju meja telepon.

Heeyy... ada yang berbeda di bawah gagang telepon. Ada dua buah bunga Melati diletakkan di situ, membuat harum saat aku bicara di telepon.

"Assalamu'alaikum...", sapaku pada penelpon sambil menarik nafas dalam menikmati wangi Melatinya. Sungguh harum dan segar. Wangi Melati yang baru saja dipetik memang sedap.

Hening... tak ada jawaban.

"Halo... Dengan siapa, ya?"

Masih hening... Lalu terdengar suaramu tertawa kecil sambil berkata,"Wangi nggak teleponnya? Aku taroh Melati di situ supaya kalau kamu sedang telepon jadi nyium wangi. Nggak perlu pakai semprotan-semprotan lagi." Rupanya kau yang menelpon memakai handphone-mu.

Bunga Melati di bawah gagang telepon

Segera telepon aku tutup dan menyerbu ke kamar. Kau dan anak-anak tertawa merasa berhasil membuat surprise buatku. Tak hanya itu, ternyata juga kau letakkan beberapa buah melati di meja kamar.

"Wangi kan kamarnya?" Kau tertawa dengan wajah menggodaku.

"Hahahaha... Iya Ayah... Wangi banget. Kok kepikiran sih ambil bunga Melati dan taroh di telepon. Memangnya Melati dari mana?"

"Dari tetangga yang di belokan itu. Aku ketemu sama yang punya, aku minta dan diijinkan. Malah katanya kalau besok-besok mau ambil silahkan saja." Kau tampak puas bisa membuatku senang sepagi itu.

Sejak itu, kau sering melakukannya. Gagang telepon menjadi harum. Aroma kamar jadi segar bunga  Melati. Hingga kau mencari tempat kecil untuk meletakkan melati-melati itu. Tak kusangka kau bisa seromantis itu. Luthfan dan Astri juga jadi ikut-ikut senang melakukannya. Sementara Hilman hanya ikut senang melihat semua itu. Jadi sering mengangkat gagang telepon meskipun tak berdering.

Hmmm.... Aku merindukan saat-saat seperti itu. Sebab kini kebiasaan itu sudah menjadi kenangan saja. Sejak tanaman melati di rumah yang di belokan itu di bersihkan pemiliknya karena dibuat pagar. Apalagi Melati yang kau tanam ternyata mati kekeringan ketika kita tinggal pulang ke Yogya waktu itu. Juga seiring waktu anak-anak bertumbuh besar, tak ada lagi jalan-jalan pagi, berganti dengan kegiatan lain sesuai dengan keperluan anak-anak.

Kenangan dengan Melati itu menjadi salah satu hal indah tentang dirimu, suamiku. Terima kasih telah menghadirkannya untukku, menjadikan warna indah dalam perjalanan kita. Karena sejak itu, bunga putih kecil itu seakan menjadi sebuah bunga yang makin mendekatkan kita.

Melatinya belum berkembang

Sekelumit tentang Melati (Jasminum sambac, Ait.)

Familia: Oleranceae

Uraian :
Melati (jasminum sambac) termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.

Nama Lokal :
Jasmine (Inggris), Jasmin (Perancis), Yasmin (Arab); Melati (Indonesia), Melur (Jawa), Malati (Sunda); Malate (Madura), Menuh (Bali).

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan. Kandungan kimia yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, livalylacetaat.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kelebihan ASI, Sakit mata, Demam, Sakit Kepala, Sesak Napas;

Pemanfaatan :
1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan
Bahan: 1 genggam daun melati
Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi
sebelum mandi.

2. Sakit mata (mata merah atau belek)
Bahan: 1 genggam daun melati
Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan: ditempel pada dahi, apabila sudah kering
diganti baru, ulangi sampai sembuh.

3. Bengkak akibat serangan daun lebah
Bahan: 1 genggam bunga melati
Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas sampai halus
Cara menggunakan: ditempel pada bagian yang disengat lebah.

4. Demam dan sakit kepala
Bahan: 1 genggam daun melati, 10 bunga melati
Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas dengan tangan,
kemudian direndam dengan air dalam rantang
Cara menggunakan: air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi

5. Sesak napas
Bahan: 20 lembar daun melati dan garam secukupnya
Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai
mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring.
Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi
sebelum mandi.

Sumber dari : IPTEKNET 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Give Away Aku dan Pohon





50 komentar:

  1. Aih...
    Romantis banget sih bund. Bahkan dalam kenangan saja itu benar benar romantis... \m/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa karena sudah menjadi kenangan makanya jadi romantis ya? Wkwkwkwk

      Hapus
    2. rasanya jadi kenangan karena keromantisannya bund... :)

      Hapus
    3. Karena keromantisannya itulah makanya jadi kenangan... wegegegeg

      Hapus
  2. Romantis abiiiiis | bisa di contoh tuh nanti ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiiihh... Jangan romantis habis dong. Romantis banget aja. Kalau habis ntar nggak seruuu... :D

      Hapus
  3. Cieee... romatisnya...
    Terbayang sudah betapa hangatnya suasana di rumah oleh nuansa cinta.
    Gudlak utk kontesnya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Gitu tah mbak?
      Makasih ya sudah mampir.

      Hapus
  4. coooo cwwiiiiittt.... walaupun skrg udah gak gitu lagi... tp masih teringat jelas kan bund.. cie cie cieeeeeee......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teringat banget dong. Habis rasanya Woow gituuuh... "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮

      Hapus
  5. Mantap....... jadi, indah rasanya bila hidup ini bisa di jalankan secara romantis dalam kehidupan berumahtangga. Ide sederhana, namun mengena hingga ke hati.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Indra, hal-hal kecil sering membekas dalam ingatan sebagai sebuah keindahan.

      Hapus
  6. Aiiihhh, Ibu Niken....So Sweet ya.....
    Romantis bangettttt, Hani juga suka lho bunga melati.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sssttt.. ini sambil ngarep bakal ada sesi ulangannya. qiqiqi...

      Hapus
  7. Kenangan yang manis bangat Bunda... Roamantissnya... :)
    cuiiit - cuiiit... heheheh
    Tapi sekarang dah beda ya Bunda Bungannya, bukan melati lagi kali ya... tapi Bunga BanK... hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak mau bunga bank aah... uang cash aja. qiqiqi...

      Hapus
  8. Jadi inget lagi jadul...

    Melati dari Jayagiri
    Kuterawang keindahan kenangan
    Hari-hari lalu di mataku
    Tatapan yang lembut dan penuh kasih


    sukses GAnya..., bakal menang feeling saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih... Mas Insan jago menerawang juga? ^_^

      Semoga feelingnya jitu ah. Ma'acih yaaa.

      Hapus
  9. Romantisnya...! ehmmm, perlu dicontoh nih dirumah... :)

    BalasHapus
  10. So Sweet, candaan suami atau istri emang bikin ngangeni ya mbak. Apalagi surprise2 romantis begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, mbak Ika. Bisa jadi pupuk cinta dalam keluarga.

      Hapus
  11. seneng sekali rasanya pas baca cerita ini.
    romantisnya suami istri itu dari hal-hal sederhana semacam ini :)

    BalasHapus
  12. So sweet....
    so romatic....
    so surprise

    boleh dicontoh nih kapan-kapan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... very so so deh.

      Please try this at home. :D

      Hapus
  13. Semoga besok pagi mendapat Mawar Putih :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mawar juga sudah sering dapat. Kalau pulang kerja tiba2 bawa setangkai mawar, tapi itu dulu. Sekarang katanya duitnya sayang. hihihi... soalnya kalau bundanya dikasih mawar, anaknya juga minta. Jadi harus beli buat 3 orang. Mending dibeliin martabak aja, semua kebagian. Hehehehe...

      Hapus
  14. iya suaminya romantis yh bun :))

    BalasHapus
  15. Ini romantis banget ...
    waktunya untuk menanam melati kembali ...
    menyemai keharuman-keharuman yang manis

    Salam saya Bu Niken

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul om... Perlu kembali menanam pohon melati.
      Supaya cinta kami makin wangi. qiqiqi...

      Salam kembali. Makasih ya om

      Hapus
  16. Wawawawawawaw! Co cweud beud! Siapa ya yg suatu saat nanti bakal romantis ama gue? Huhuhu.. Mantap mentong! :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kaan udah ada calonnya. Hehehehe.. Ayo lanjutkan ke jenjang berikutnya, Andy.

      Hapus
  17. Aiiiih...romantisnya Buuuuuun.
    Gudlak ngontesnya ya Bun ;)

    BalasHapus
  18. Mbakk, melati di halaman rumah ortu saya selalu berbunga juga. Boleh lho klo mau diambil juga. Hehehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuh, kalau dekat bisa tuh ambil terus. Mau doong ^_^

      Hapus
  19. melati wanginya memang menggoda iman mbak, sungguh kenangan yang romantis ya, sama seperti mbak ririe, aku juga punya tanaman melati di makassar, tumbuh subur dan bunganya cukup banyak, silahkan kalau mau dipetik sebagai pengharum telepon dan rumah, gratis kok :-)
    .....selamat berlomba semoga menjadi yang terbaik...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok pada jauh-jauh sih rumahnya ^_^

      Mau nanam ah. Biar bisa bikin wangi telepon dan kamar terus.
      Makasih ya mas Hari, semoga mas Hari juga sukses di GA ini.

      Hapus
  20. Hemmm Bunda,, harus bersyukur punya pendamping yang selalu perhatian dan romantis.

    Sayang saya bukan tipe pria romantis. Heheheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak percaya ah, kalau mas Jaswan nggak romantis. Waktu itu baca tulisannya tentang si dia, manis banget gitu kok :)

      Hapus
  21. Awww....Bunda selalu romantis habis
    Aq juga suka bunga melati Bun tapi sama Mami gak boleh nanam, bisa mengundang 'sesutau' ke rumah kata Mami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengundang wewangian ya mbak Esti. hehehe...

      Hapus
  22. romantis sekali, lain waktu aku juga mau melakukan hal yang sama ah..biar ada kenangan indah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan dicoba mas. Habis makan bebek di Cakung terus kasih kejutan bunga melati. Joss tenan.

      Hapus

Tulislah Komentar Anda Dengan Santun